Studi di Denmark mengungkap perpaduan vaksin AstraZeneca dan Pfizer menghasilkan efektivitas 88 persen (Foto: Reuters)
Anton Suhartono

KOPENHAGEN, iNews.id - Penelitian terbaru di Denmark mengungkap perpaduan vaksin Covid-19 AstraZeneca sebagai dosis pertama dengan Pfizer atau Moderna sebagai suntikan kedua mampu memberikan perlindungan yang baik.

Institut Serum Negara (SSI) menyatakan, kesimpulan itu didapat dari hasil vaksinasi terhadap lebih dari 144.000 warga Denmark. Mereka mendapat suntikan pertama dari produk AstraZeneca dan kedua Pfizer atau Moderna.

Denmark sempat menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca pada April lalu akibat kekhawatiran efek samping yakni pembekuan darah. Sejak itu otoritas kesehatan menggunakan vaksin berbasis mRNA yakni Pfizer dan Moderna sebagai dosis kedua.

"Studi menunjukkan bahwa 14 hari setelah program vaksinasi gabungan, risiko infeksi SARS-CoV-2 berkurang 88 persen dibandingkan dengan individu yang tidak divaksin," bunyi pernyataaan SSI, dikutip dari Reuters.

SSI mengategorikan angka tersebut sebagai tingkat kemanjuran yang tinggi, hampir sama dengan efektivitas penggunaan dua dosis vaksin Pfizer yakni 90 persen, berdasarkan uji coba di Denamrk. 

Studi yang diterbitkan pekan lalu itu melibatkan orang yang disuntik dalam periode Januari hingga Juni. Saat itu penularan Covid varian Alpha, pertama kali terdeteksi di Inggris, sedang dominan di Denmark.

Tidak disebutkan mengenai efektivitas perpaduan vaksin dalam melindungi pengguna dari varian Delta, yang saat ini menyebar luas di Denmark.


Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT