"Kami akan memastikan masyarakat dapat menyaksikannya, bahwa eksekusi ini bersifat terbuka untuk umum. Sebab, orang-orang perlu memahami bahwa ada konsekuensi serius atas tindakan semacam ini," kata Hegseth.
Saat ditanya apakah Hasan memiliki permintaan terakhir, Hegseth menjawab: "Tidak peduli. Kita akan melihatnya pada 3 Desember."
Dewan juri militer menjatuhkan hukuman mati kepada Hasan pada Agustus 2013 setelah menyatakan dirinya bersalah atas 45 dakwaan pembunuhan berencana dan percobaan pembunuhan berencana. Dia melepaskan tembakan menggunakan pistol berbidik laser di sebuah fasilitas medis di pangkalan militer di Texas tersebut.
Penembakan itu terjadi beberapa pekan sebelum Hasan akan dikirim ke Afghanistan.
Dia mengalami kelumpuhan parsial dan harus menggunakan kursi roda akibat tembakan polisi saat penangkapannya.