Pertama sejak Perang 7 Oktober, Warga Gaza Bisa Tidur Nyenyak Terhindar dari Bom Israel

Anton Suhartono
Warga Gaza akhirnya bisa menikmati tidur nyenyak pada Jumat (24/11) malam, hari pertama gencatan senjata kemanusiaan (Foto: AP)

Mereka yang berada di Khan Yunis saat ini adalah pengungsi dari Gaza Utara.

“Ini tidak adil. Kita berbicara tentang 1,7 juta orang yang mengungsi dari Kota Gaza di bagian utara, hingga ke bagian tengah Jalur Gaza, dan ke (kota) di selatan seperti Khan Yunis dan Rafah, tidak bisa kembali ke rumah mereka," ujarnya.

Sebagian pengungsi bertanya, mengapa kembali ke rumah tak menjadi bagian dari kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan. Meskipun rumah sudah rata dengan tanah, mereka tetap merindukan kampung halaman.

Tiga warga Palestina yang nekat kembali ke Gaza Utara pada Jumat kemarin tewas akibat ditembak tentara Israel. Beberapa lainnya terluka.

Mereka melintasi zona kematian atau garis militer yang memisahkan Gaza Utara dan Selatan yang dijaga tentara Zionis, untuk pulang ke rumah.

“Mereka berusaha untuk kembali dan melihat rumah, melihat lingkungan sekitar, melihat semua orang yang bertahan di sana, anggota keluarga yang tertinggal,” kata Mahmoud.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Pesan Menyentuh Pep Guardiola Bela Gaza: Kita Melalui Masa Paling Kelam dalam Sejarah!

2 hari lalu

Diancam Bom, Pesawat dari Israel Mendarat Darurat di Bulgaria

2 hari lalu

Trump: Saya Dukung Penuh Netanyahu Jadi PM Israel Mendatang!

2 hari lalu

Pemukim Israel Serang Delegasi Eropa, Wali Kota Taybeh: Pelanggaran Nyata

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal