Perundingan Gencatan Senjata di Gaza Alot, Israel Tolak Tuntutan Hamas

Anton Suhartono
Perundingan gencatan senjata di Gaza antara Israel dan Hamas masih alot (Foto: AP)

TEL AVIV, iNews.id - Proses perundingan gencatan senjata selama 60 hari di Jalur Gaza antara Israel dan Hamas masih alot. Belum ada tanda-tanda kesepakatan akan dicapai dalam waktu dekat, meski Presiden Amerika Serikar (AS) Donald Trump menggembar-gemborkan kesepakatan akan dicapai pekan ini.

Hamas dilaporkan mengajukan revisi proposal gencatan senjata dan telah diserahkan ke Israel melalui mediator Qatar. Namun Israel menolak revisi tersebut.

Tidak disebutkan poin apa yang direvisi, namun Hamas sejak lama menghendaki gencatan senjata permanen, bukan sementara, disertai penarikan penuh tentara Zionis dari seluruh wilayah Gaza.

Selain itu Hamas mendesak penghentian bantuan kemanusiaan melalui mekanisme Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang dikelola Israel dan AS. Penyaluran bantuan kemanusiaan harus dikembalikan ke format lama di bawah kendali PBB serta lembaga-lembaga kemanusiaan internasional lainnya.

Penasihat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Dmitri Gendelman, mengatakan perubahan yang diusulkan Hamas tidak bisa diterima.

"Revisi Hamas atas proposal Qatar diserahkan kepada kami tadi malam dan tidak bisa diterima oleh Israel. Setelah menilai situasi, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan kami untuk menanggapi undangan negosiasi dalam format dialog tidak langsung dan untuk melanjutkan kontak mengenai pemulangan sandera, berdasarkan inisiatif Qatar, yang telah diterima Israel," kata Gendelman, seperti dikutip.dari Sputnik, Minggu (6/7/2025).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
29 menit lalu

Menlu Araghchi: Iran Siap Perang Panjang Lawan AS-Israel

Internasional
58 menit lalu

AS Klaim Hancurkan 80% Peluncur Rudal Iran tapi Serangan ke Israel Justru Makin Ganas

Internasional
3 jam lalu

Pertama Kali, AS Gunakan Rudal Jarak Jauh PrSM dalam Perang Melawan Iran

Internasional
3 jam lalu

Trump Sebut Operasi Militer ke Iran Bisa Segera Selesai: Militer AS Terlalu Kuat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal