Pimpinan ISIS di Sahara Dibunuh Militer Prancis

Umaya Khusniah
Presiden Prancis, Emmanuel Macron. (Foto: Reuters)

Kelompok pimpinan Sahrawi dilaporkan juga telah menculik orang asing di Sahel. Mereka diyakini masih menahan warga Amerika, Jeffrey Woodke, yang diculik dari rumahnya di Niger pada 2016.

Sahrawi lahir di wilayah Sahara Barat yang disengketakan dan kemudian bergabung dengan Front Polisario. Setelah menghabiskan waktu di Aljazair, dia pergi ke Mali utara dan menjadi tokoh penting dalam kelompok yang dikenal sebagai MUJAO yang menguasai kota utama utara Gao tahun 2012.

Sebuah operasi militer yang dipimpin Prancis pada tahun berikutnya menggulingkan ekstremis Islam di Gao dan kota-kota utara lainnya. Elemen-elemen ektremis itu kemudian berkumpul dan kembali melakukan serangan.

Kelompok Mali MUJAO setia kepada afiliasi regional al-Qaeda. Namun pada tahun 2015, al-Sahrawi merilis pesan audio yang menyatakan kesetiaan kepada kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah.

Militer Prancis telah memerangi ekstremis Islam di wilayah Sahel. Namun baru-baru ini diumumkan bahwa Prancis akan mengurangi kehadiran militernya di wilayah tersebut, dengan menarik 2.000 tentara pada awal tahun depan.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Nasional
8 hari lalu

WNI Gabung Tentara Asing, Yusril Ungkap Kewarganegaraan Tak Otomatis Hilang

Internasional
9 hari lalu

Prancis Ungkap Alasan Tolak Undangan Trump Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Nasional
10 hari lalu

Prabowo Tiba di Tanah Air usai Kunjungi Inggris, Swiss dan Prancis

Nasional
10 hari lalu

Momen Macron Gunakan Bahasa Indonesia saat Sambut Prabowo di Prancis

Nasional
10 hari lalu

Prabowo Disambut Macron di Istana Elysee saat Hadiri Jamuan Makan Malam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal