PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku

Anton Suhartono
Rob Jetten menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas Maluku yang berperang untuk Kerajaan Belanda (Foto: AP)

Dia juga menegaskan, masyarakat Maluku di Belanda harus memiliki suara yang signifikan dalam menentukan langkah selanjutnya seraya mencatat pentingnya menyampaikan permintaan maaf selagi perwakilan generasi pertama Maluku masih hidup.

Jetten mengakui perlakuan terhadap warga Maluku sebagai ketidakadilan sejarah. Selain itu enderitaan yang mereka alami belum cukup diakui.

"Rasa sakit ini juga ditanggung oleh generasi-generasi berikutnya," ujarnya.

Jetten menggambarkan Monumen Komunitas Maluku Nasional yang baru diresmikan lebih penting dari segalanya. Monumen itu merupakan bentuk penghormatan terhadap ribuan tentara dan keluarga mereka yang yakni kedatangan ke Belanda hanya sementara dan berharap segera pulang ke kampung halaman.

Setelah berakhirnya penjajahan Belanda di Indonesia pada 1950, sekitar 12.500 tentara Maluku yang bertugas di Angkatan Darat Kerajaan Hindia Belanda (KNIL), bersama keluarga mereka, dibawa ke Belanda dengan alasan hanya untuk sementara.

Mereka kemudian ditempatkan di bekas kamp konsentrasi Nazi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jakarta hingga Maluku Sudah Masuk Musim Kemarau, Ini Daftar Wilayahnya

57 tahun lalu

Dua Copet HP Turis Belanda di Tanah Abang Ditangkap, Aksi Terekam CCTV

57 tahun lalu

Pengadilan Kriminal Internasional Tolak Bebaskan Eks Presiden Filipina Duterte

57 tahun lalu

DPR Usul Pembangunan Kawasan Khusus untuk Ganja Medis di Maluku

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal