PM Inggris Geram Menterinya Diam-Diam Bertemu Pejabat Israel

Anton Suhartono
Menteri Luar negeri untuk Pembangunan Internasional Inggris Priti Patel diam-diam bertemu dengan pejabat Israel (Foto: Reuters)

LONDON – Jajaran kabinet Inggris kembali mengalami gonjang-ganjing prahara. Setelah Menteri Pertahanan Michael Fallon mengundurkan diri karena perbuatan tidak senonoh terhadap jurnalis perempuan, kini Menteri Luar Negeri untuk Pembangunan Internasional Priti Patel melakukan pertemuan rahasia dengan para pejabat Israel.

Pertemuan itu dilakukan tanpa sepengetahuan Perdana Menteri Theresa May. Karena kesal, May memanggil Patel untuk pulang ke London dari lawatannya ke Afrika.

Patel sudah menyampaikan permintaan maaf kepada May pada Senin 6 November karena tidak melapor terkait pertemuan itu. Dia diketahui bertemu dengan pejabat senior Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada musim libur awal tahun ini. Apa yang dilakukan Patel jelas melanggar etika sebagai pejabat di kementerian luar negeri.

Surat kabar The Sun melaporkan Patel tidak hanya bertemu dengan Netanyahu tapi juga pejabat lain, seperti Dirjen Kementerian Luar negeri Yuval Rotem di New York dan Menteri Keamanan Publik Gilad Erdan di London.

Sumber Pemerintah Inggris sudah mengonfirmasi lokasi tersebut dan dibenarkan. Namun tidak disebutkan apa saja materi pertemuan Patel dengan para pejabat Israel itu.

Dipastikan pula tidak ada pejabat Pemerintah Inggris lain yang hadir dalam pertemuan tersebut. Pertemuan juga digelar tidak sesuai dengan standar kenegaraan.

Patel menjadi cobaan baru dalam pemerintahan May yang tengah berjuang memperbaiki citra. Sebelumnya, kelompok oposisi pemerintah mengkritik cara May dalam menangani permasalahan di timnya, mulai dari kasus kebakaran apartemen dan perbuatan tidak senonoh menterinya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Sebut Israel Bisa Hancur dalam 24 Jam jika Iran Punya Senjata Nuklir

57 tahun lalu

Trump Kecam Netanyahu: Dia Seharusnya Berterima Kasih!

57 tahun lalu

10.000 Lebih Jenazah Warga Gaza Masih Terkubur di Reruntuhan, Terancam Tak Bisa Diidentifikasi

57 tahun lalu

Israel Gempur Lebanon Bikin Iran Murka, Trump: Seharusnya Tak Terjadi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal