PM Inggris Johnson Sebut Presiden Putin Perempuan, Begini Reaksi Keras Rusia

Anton Suhartono
Boris Johnson mengatakan Vladimir Putin tak akan memutuskan invasi ke Ukraina jika dirinya perempuan (Foto: Reuters)

MOSKOW, iNews.id - Pernyataan Perdana Menteri InggrisBoris Johnson bahwa Presiden RusiaVladimir Putin tak akan memutuskan invasi ke Ukraina jika dirinya perempuan memancing reaksi keras dari Kremlin. Disebutkan pernyataan itu hanya akan membuat Johnson menjadi objek penelitian para ahli psikoanalis.

"Freud tua (Sigmund Freud) akan memimpikan ini sebagai subjek penelitian selama hidupnya," kata Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dikutip dari RT, Kamis (30/6/2022).

Sigmund Freud merupakan peneliti Austria yang mendirikan aliran psikoanalisis, cabang dalam ilmu psikologi.

Pernyataan Johnson soal Putin itu disampaikan saat dia diwawancara media Jerman ZDF pada Selasa lalu. Disebutkan keputusan Putin menyerang Ukraina merupakan contoh utama dari maskulinitas yang beracun.

"Jika Putin seorang perempuan, yang jelas bukan, jika iya, saya benar-benar berpikir dia tak akan memulai perang macho, serta kekerasan yang gila seperti dia lakukan," kata Johnson.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Lomba 17-an Tak Biasa, Perempuan di Terminal Kalideres Adu Kuat Tarik Bus AKAP 20 Ton

6 hari lalu

Zelensky: Rusia Tak Ingin Damai, Minta Banyak Rudal dan Tentara ke Korut

7 hari lalu

Penampakan Gerhana Matahari Total Bikin Eropa Gelap Gulita di Siang Hari

7 hari lalu

Rusia Manfaatkan Kelemahan Ukraina, Serang Banyak Kota Pakai Rudal Korut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal