PM Israel Naftali Bennett Sebut Negaranya Bebas Bertindak Apa Saja terhadap Iran

Anton Suhartono
Naftali Bennett (Foto: Reuters)

TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri IsraelNaftali Bennett menegaskan Iran merupakan ancaman terbesar bagi negaranya. Dia mengaku sudah membahas kekhawatiran yang berkembang tentang Iran dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dalam pembicaraan telepon.

Pembicaraan mereka juga menyinggung soal kesepakatan nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) yang dibahas di Wina, Austria, pekan ini.

Dalam pertemuan kabinet di Yerusalem kemarin, Bennett menegaskan kesepakatan nuklir tersebut, sekalipun disetujui, akan membawa malapetaka baru bagi Israel.

JCPOA disepakati pada 2015 oleh Rusia, China, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman untuk mengontrol dan mengawasi program nuklir Iran. Namun AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump menarik diri pada 2018 disertai dengan mejatuhkan kembali sanksi ekonomi untuk Iran. Sejak itu Iran meningkatkan program nuklirnya sampai di atas batas kesepakatan.

"Siapa pun yang berpikiran bahwa kesepakatan itu akan meningkatkan stabilitas adalah salah," kata Bennett, dikutip dari RT, Senin (7/2/2022).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

China Tegaskan Dukung Palestina, Desak Israel Setop Caplok Tepi Barat

3 hari lalu

Ngeri! AS Dilaporkan Bakal Gunakan Amunisi "Ibu dari Segala Bom" Serang Iran

3 hari lalu

Saling Tuduh, Mantan Kepala Badan Intelijen Israel Shin Bet Gugat Netanyahu

3 hari lalu

Trump: China dan Rusia Rugi Besar jika Bantu Iran Perang Lawan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal