PM Jepang Yoshihide Suga Umumkan Status Darurat untuk Tokyo dan 3 Prefektur Lain

Ahmad Islamy Jamil
Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga. (Foto: Reuters)

Kendati demikian, pembatasan yang diterapkan nanti tidak akan seketat yang diberlakukan secara nasional (seluruh Jepang) pada April hingga akhir Mei 2020. Pemerintah negeri sakura tidak ingin kerusakan ekonomi menjadi lebih parah akibat pembatasan tersebut.

“Situasi menjadi semakin meresahkan secara nasional dan kami juga merasakan krisis yang kuat,” ujar PM Suga dalam konferensi pers di Tokyo, Kamis (7/1/2021), dikutip Reuters.

Sebelumnya, Suga sempat menolak usulan keadaan darurat untuk Tokyo dan daerah sekitarnya, lantaran khawatir bakal memperburuk ekonomi Jepang.

Meskipun dampak pandemi Covid di Jepang tidak separah banyak negara lainnya di dunia, negeri samurai itu ternyata belum mampu mengendalikan virus corona sebaik beberapa negara lain di Asia, khususnya Asia Timur.

Lonjakan infeksi di Tokyo secara konstan menunjukkan tren peningkatan menjadi 2.447 kasus baru pada Kamis ini, jauh lebih tinggi dari rekor yang tercatat sehari sebelumnya yaitu 1.591 kasus baru.

Jepang rencananya akan memulai program vaksinasi massal pada akhir Februari.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Raisa dan Chef Prancis Mathis Molinie Liburan Bareng di Jepang? Ini Faktanya!

57 tahun lalu

Produsen Otomotif China Minta Perlakuan Sama dengan Pabrikan Jepang di Indonesia

57 tahun lalu

Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil

57 tahun lalu

Gempa Besar Guncang AS, Venezuela, dan Jepang, Ini Penjelasan Ahli

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal