PM Palestina Ajukan Pengunduran Diri

Nathania Riris Michico
PM Palestina Rami Al Hamdallah. (Foto: Abbas Momani/AFP)

RAMALLAH, iNews.id - Perdana Menteri (PM) Palestina Rami Al Hamdallah mengajukan pengunduran diri dari pemerintahan persatuan kepada Presiden Mahmoud Abbas. Hal ini memberikan pukulan untuk menggagalkan upaya rekonsiliasi dengan kelompok Islam Hamas di Gaza.

"Pemerintah akan terus melaksanakan tugasnya sampai (Perdana Menteri) yang baru terbentuk," katanya, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan kabinet, seperti dilaporkan Reuters, Rabu (30/1/2019).

Terkait pengunduran diri ini, belum ada komentar langsung dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Namun, pada pertemuan dua hari lalu, faksi Fatah yang dipimpin Abbas merekomendasikan agar pemerintahan diganti.

Seorang pejabat Hamas, yang memerintah Jalur Gaza, menolak pengunduran diri itu dan mengutuknya sebagai upaya untuk menyingkirkan dan mengeluarkan kelompok itu dari politik Palestina.

Hamdallah, seorang akademisi yang kurang dikenal, memimpin pemerintahan persatuan nasional yang dibentuk pada 2014. Dia juga memimpin upaya rekonsiliasi Fatah yang berbasis di Tepi Barat dengan Hamas, yang merebut kekuasaan di Gaza pada 2007.

Kedua kelompok menandatangani kesepakatan rekonsiliasi dua tahun lalu yang menggerakkan rencana untuk Otoritas Palestina yang dipimpin oleh Mahmoud Abbas untuk melanjutkan pemerintahan di Gaza dan mengambil kendali atas titik-titik persimpangan di wilayah kantong dekat pantai ke Mesir dan Israel.

Namun perselisihan tentang pembagian kekuasaan dan ketidaksepakatan tentang kebijakan terhadap Israel menghambat implementasi kesepakatan tersebut.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
1 hari lalu

Prosesi Pemakaman Terbesar, Ribuan Warga Gaza Salatkan 112 Jenazah Korban Kebrutalan Israel

2 hari lalu

Israel Bombardir Gaza Acuhkan Trump, Warga Palestina Sebut Perdamaian Hanya Ilusi

3 hari lalu

Band Massive Attack Dilarang Tampil Lagi di Singapura usai Kibarkan Bendera Palestina saat Konser

3 hari lalu

Pengadilan Israel Batalkan Rencana Menteri Radikal Pelihara Buaya di Penjara Tahanan Palestina

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal