Politikus Rusia Pengkritik Putin Divonis 25 Tahun Penjara, Inggris dan AS Bereaksi 

Anton Suhartono
Vladimir Kara-Murza (Foto: Reuters)

Dalam wawancaranya kepada CNN yang disiarkan beberapa jam sebelum penangkapan, Murza menyebut Rusia dijalankan oleh rezim pembunuh.

Selain itu pada beberapa kesempatan pidato di Amerika Serikat dan negara Eropa, dia menuduh Rusia sengaja mengebom target sipil di Ukraina.

Dalam pidato terakhirnya di pengadilan pekan lalu, Murza membandingkan persidangannya, yang dugelar tertutup, dengan persidangan Josef Stalin pada 1930-an. Dia menolak untuk meminta pengadilan membebaskannya dengan mengatakan bangga dengan semua yang dia katakan.

"Penjahat seharusnya bertobat dari apa yang telah mereka lakukan. Sebaliknya, saya dipenjara karena pandangan politik. Saya juga tahu bahwa hari itu akan tiba ketika kegelapan di negara kita akan menghilang," katanya.

Sementara itu, Pemerintah Inggris memanggil Duta Besar Rusia di London untuk menyampaikan protes atas vonis Murza yang bermotif politik.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Trump Yakin China dan Rusia Tak Bantu Iran Perang Lawan AS

2 hari lalu

Presiden Pezeshkian Ngadu ke Putin, Kenapa Iran dan AS Tak Kunjung Berdamai

3 hari lalu

Harga Minyak Dunia Melemah usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Energi Rusia-Ukraina

3 hari lalu

Trump Bela Kesepakatan Solar dengan Rusia, Zelensky Murka: Putin Dapat Duit untuk Perang!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal