Mengomentari usulan pemakzulan tersebut, Departemen Pertahanan (Pentagon) menegaskan bahwa institusi tetap kompak di bawah kepemimpinan Hegseth.
"Seluruh jajaran Departemen bersatu mendukung visi Menteri dan akan terus bekerja untuk memprioritaskan para prajurit serta kepentingan AS," ujar Juru Bicara Pentagon, Kingsley Wilson, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu (16/9/2026).
Jajak pendapat menunjukkan perang yang bermula dari serangan pasukan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari itu tidak disukai oleh warga AS yang masuk daftar pemilih tetap.
Anggota Kongres, sebagian besar dari Partai Demokrat, juga berulang kali mendukung resolusi yang mendesak Trump untuk mengakhiri perang kecuali jika mendapat persetujuan Kongres. Namun upaya tersebut gagal menghentikan permusuhan.
Jajak pendapat menunjukkan bahwa Partai Republik kubu Trump menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan kendali atas DPR dan Senat dalam pemilu 3 November.
Hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada Senin (15/9/2026) menunjukkan, Partai Demokrat mengungguli Partai Republik dengan perolehan 44 persen berbanding 37 persen dalam preferensi suara untuk Kongres.
Popularitas Trump juga menurun sejak dia memulai perang tersebut, yang memicu lonjakan harga BBM mendekati rekor tertinggi, sehingga dampaknya meningkatkan biaya hidup di AS.