“Orang tua dan guru mengatakan ingin berada di sini bukan hanya untuk mendukung anak-anak, tapi juga melindungi mereka karena khawatir adanya provokator yang mungkin menyusup ke unjuk rasa dan penggunaan kekuatan kepolisian yang berlebihan,” kata jurnalis Al Jazeera, Natacha Butler.
Di Marseille, Nantes, dan Lyon, para demonstran membawa sejumlah poster bernada protes. Di antaranya bertuliskan “Mereka Benar-Benar Tidak Peduli kepada Kita” dan “Bertahan Hidup atau Belajar”.
Aksi kemudian berubah menjadi kekerasan di Strasbourg, Lyon, dan Rennes. Polisi menggunakan gas air mata, sementara sejumlah demonstran membakar benda-benda di jalan dan melemparkannya ke arah aparat.