Demonstrasi pecah di Prancis sejak bulan lalu, awalnya siswa SMA memprotes buruknya kondisi pendidikan, seperti bangunan sekolah terbengkalai, kekurangan guru, serta sistem penerimaan masuk universitas yang dianggap tidak adil bagi siswa kurang beruntung. Setelah itu, serikat-serikat buruh bergabung dengan menambah agenda, yakni terkait biaya hidup.
Demonstrasi menjalar ke berbagai kota di seluruh Eropa. Kaum muda di Jerman menjadi yang terbaru bergabung dalam aksi tersebut.
Ribuan orang berunjuk rasa, sementara polisi di Cologne membubarkan massa menggunakan meriam air. Mereka menuntut lonjakan biaya hidup, pemangkasan anggaran pendidikan, dan rencana wajib militer.
Penyelenggara mengeklaim, 170.000 orang telah mendaftar untuk demonstrasi di lebih dari 30 kota.
Di Barcelona, Spanyol, polisi meningkatkan level kewaspadaan tertinggi setelah kerusuhan pada 24 Oktober yang menyebabkan penangkapan terhadao sekitar 130 orang, sebagian besar anak di bawah umur.
Polisi Italia juga siaga setelah bentrokan di Milan, Turin, dan Bologna.