TEHERAN, iNews.id - Presiden IranMasoud Pezeshkian menilai Amerika Serikat (AS) mengira Iran akan ambruk seperti Venezuela setelah mendapat tekanan dan sanksi berat. Namun, perkiraan tersebut disebut Pezeshkian justru meleset karena Iran mampu bertahan menghadapi tekanan.
Sebelum melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, militer AS menyerang Venezuela dan menculik Presiden Nicolas Maduro. Suruh proses tersebut berlangsung hanya dalam sehari.
Pezeshkian mengatakan, pemerintah AS tampaknya berharap tekanan ekonomi, militer, dan keamanan akan membuat Iran runtuh seperti dialami negara Amerika Latin tersebut.
Menurut dia, kondisi Iran berbeda dan rakyat justru menunjukkan perlawanan, solidaritas, serta persatuan dalam menghadapi situasi tersebut. AS mengira Iran akan ambruk, namun hal itu tidak akan terjadi.
"Bukan hanya hal itu tidak akan terjadi, tapi Iran menjadi kekuatan yang membuat dunia kagum dengan perlawanan, solidaritas, dan persatuannya,” kata Pezeshkian, dalam pidato yang disiarkan televisi kantor berita IRNA, dikutip Senin (24/8/2026).