NEW YORK, iNews.id - Presiden PrancisEmmanuel Macron mengungkap kondisi dunia saat ini yang menurutnya mulai menyerupai hukum rimba, ketika pihak yang kuat menindas dan mengancam pihak yang lebih lemah.
Pernyataan keras itu disampaikan Macron dalam pidatonya di Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (22/9/2026). Dia mempertanyakan apakah masyarakat internasional akan membiarkan kondisi tersebut terus berlangsung atau tetap mempertahankan tatanan dunia yang beradab.
"Pertanyaan yang diajukan kepada kita secara sederhana adalah apakah kita ingin hidup dalam kondisi seperti ini, semacam kembali ke hukum rimba, atau dalam masyarakat internasional yang beradab," ujar Macron.
Macron kemudian menyerukan agar negara-negara tidak menyerah menghadapi situasi dunia yang semakin penuh tekanan. Menurutnya, sikap menyerah justru dapat membuka ruang bagi penyalahgunaan kekuasaan dan mengancam kedaulatan sejumlah negara.
"Pesan saya adalah tetap teguh. Jangan menyerah pada keadaan yang sedang berkembang. Retorika kekalahan hanya memberi jalan kepada penyalahgunaan kekuasaan oleh kekaisaran, mengancam kedaulatan beberapa negara," tuturnya.