Dengan demikian, Teheran menilai persoalan utama bukan penolakan terhadap diplomasi. Iran justru menyatakan pintu perundingan masih terbuka, tetapi kesepakatan harus menghormati kepentingan nasional dan hak-hak Iran.
Pezeshkian juga kembali menyinggung negara-negara Teluk dalam pembicaraannya dengan Putin. Dia menegaskan negara-negara tersebut merupakan saudara bagi Iran, tetapi menyesalkan wilayah mereka digunakan sebagai lokasi pangkalan militer AS yang kemudian dimanfaatkan untuk menyerang Iran.
Meski demikian, Pezeshkian menyatakan Iran siap bekerja sama dengan negara-negara tetangga untuk menciptakan perdamaian dan keamanan regional. Menurutnya, keamanan kawasan seharusnya diwujudkan tanpa kehadiran maupun keterlibatan kekuatan dari luar kawasan.
Sementara itu, Putin kembali menegaskan dukungan Rusia terhadap jalur diplomatik untuk menyelesaikan perang Iran-AS yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Presiden Rusia tersebut juga menyatakan kesiapan Moskow membantu mencari solusi diplomatik. Putin menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Iran dalam setiap penyelesaian konflik.