Presiden Rouhani: Amerika Tak Berani Menyerang Iran

Anton Suhartono
Hassan Rouhani (Foto: AFP)

Hubungan Iran dan AS berada di titik terendah setelah pemerintahan Donald Trump keluar dari kesepakatan nuklir yang diteken pada 2015. Dengan demikian, AS kembali memberlakukan sanksi baru terhadap Iran, terhitung sejak 7 Agustus 2018.

Usai menjatuhkan sanksi, Trump sempat mengatakan siap berdialog dengan Iran membahas nuklir. Namun Iran dengan tegas menolaknya.

Pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan, Iran tak akan menerima tawaran maupun berinisiatif mengajak AS bernegosiasi. Selain itu, Iran juga tak ingin berperang dengan AS.

"Dalam hal ini, izinkan saya menyampaikan beberapa hal kepada masyarakat: Tidak akan ada perang atau kami negosiasi dengan AS," kata Khamenei.

Dia juga menyebut memburuknya perekonomian Iran bukan hanya karena dampak sanksi AS, tapi ada kesalahan pengelolaan di dalam negeri.

"Para ahli ekonomi dan banyak pejabat yakin penyebab masalah ini bukan karena dari luar, tapi dari dalam negeri. Bukannya sanksi (AS) tidak berdampak, tetapi faktor utamanya adalah bagaimana kami menangani mereka (masalah dalam negeri)," tuturnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
7 jam lalu

AS Berlakukan Perang Ekonomi, Iran: Deklarasi Kekalahan!

18 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.721 per Dolar AS, Ini Penyebabnya 

21 jam lalu

Tak Mau Tunduk dari Tekanan, PM Kanada Balas Tarif 50% AS: Ini soal Kedaulatan

23 jam lalu

Menkeu AS: Perang Ekonomi Iran, Serangan Finansial Terbesar AS terhadap Musuh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal