Presiden Rusia dan Belarusia Bertemu, Ini yang Dibahas

Umaya Khusniah
Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko. (Foto: Reuters)

Namun, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan lainnya telah memasukkan Belarusia dalam sanksi besar-besaran yang dijatuhkan pada Rusia.

Rusia mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari dari wilayah Rusia dan Belarusia dalam apa yang disebutnya "operasi militer khusus". Operasi itu dirancang untuk demiliterisasi dan "denazifikasi" Ukraina.

Ukraina dan pemerintah Barat menolak itu dan menyebutnya sebagai dalih palsu untuk invasi. Konflik kedua negara telah menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan orang mengungsi. 

Saat ini, konflik telah bergeser dari Kiev ke timur Ukraina di mana serangan besar diperkirakan akan terjadi. 

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
7 hari lalu

Zelensky: Rusia Tak Ingin Damai, Minta Banyak Rudal dan Tentara ke Korut

7 hari lalu

Rusia Manfaatkan Kelemahan Ukraina, Serang Banyak Kota Pakai Rudal Korut

8 hari lalu

Rusia Porak-porandakan Kota-Kota di Ukraina Pakai Rudal Korut, Presiden Zelensky Murka

16 hari lalu

Terungkap! Iran Siapkan Serangan ke Ukraina untuk Balas Dendam, tapi Dibatalkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal