Namun pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov melaporkan pemindahan unit komando Akhmat ke Republik Rakyat Donetsk (DPR).
"Atas perintah panglima tertinggi angkatan bersenjata Rusia (Vladimir Putin), unit komando Akhmat telah dipindah ke daerah baru," katanya, dikutip dari TASS.
Sebagai komandan pasukan elite yang berperan di Ukraina, Alaudinov menjadi sasaran pembunuhan pada awal Februari lalu. Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov setelah itu membantah orang dekatnya itu tewas setelah diracuni.
Dalam pesan Telegram, Kadyrov menegaskan Alaudinov dalam kondisi baik, tidak ada alasan yang menyebutkan dia dalam kondisi yang mengancam nyawa.
Alaudonov menerima surat 'pesan untuk jenderal' mengandung bubuk beracun. Seorang asisten yang pertama menerima surat itu telanjur memegang sehingga terpapar bubuk berbahaya tersebut. Beruntung dia keburu menyadari ada yang tak beres dengan surat itu lalu mencuci tangan dan rongga hidungnya. Alaudinov dan beberapa orang yang terdampak bubuk beracun, teermasuk asisten, lalu dilarikan ke rumah sakit di Moskow untuk menjalani perawatan.