Beberapa analis berspekulasi bahwa kepulangannya merupakan bagian dari kesepakatan antara PTP dengan kelompok kaum royalis yang didukung militer untuk mencegah MFP memajukan kebijakan reformisnya.
Paetongtarn terpilih sebagai PM Thailand pada 16 Agustus 2024. Dia memenangkan pemungutan suara di parlemen, menggantikan Srettha Thavisin, yang dipecat oleh Mahkamah Konstitusi karena pelanggaran etika.
Hasil penghitungan suara menunjukkan, Paetongtarn mendapat dukungan 319 suara di parlemen, melawan 145 yang menolak. Sementara 27 anggota lainnya memilih abstain.
Dia terpilih sebagai Perdana Menteri ke-31 sekaligus mencatatkan namanya sebagai perdana menteri termuda Thailand, yakni menjabat di usia 37 tahun.