Proposal Damai Rusia-Ukraina Usulan Trump Untungkan Moskow, Begini Respons Putin

Anton Suhartono
Vladimir Putin memberi sinyal dukungan terhadap proposal perdamaian yang diajukan Donald Trump untuk mengakhiri perang di Ukraina (Foto: AP)

MOSKOW, iNews.id - Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan sinyal dukungan terhadap proposal perdamaian yang diajukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakhiri perang dengan Ukraina

Respons positif itu muncul setelah Trump memaparkan 28 poin rencana damai yang secara luas dinilai memberikan keuntungan signifikan bagi Moskow.

Dalam pernyataannya, Putin mengatakan rencana Trump “dapat dijadikan dasar bagi penyelesaian konflik di Ukraina”, komentar yang langsung memicu sorotan internasional. 

Dukungan Putin dianggap sebagai bukti bahwa proposal tersebut lebih mendekati kepentingan Rusia ketimbang Ukraina.

Rencana damai Trump mengusulkan sejumlah konsesi besar dari pihak Kiev. Di antaranya, Ukraina harus merelakan wilayah Donbass dan Krimea untuk berada di bawah kontrol Rusia, mengurangi kekuatan militer, serta menarik permohonan bergabung dengan NATO. 

Tak hanya itu, Trump juga memasukkan klausul yang mengharuskan pengakuan bahasa Rusia sebagai bahasa resmi Ukraina serta melarang penempatan pasukan dan senjata jarak jauh milik asing di wilayah Ukraina.

Bagi Rusia, poin-poin tersebut sudah lama menjadi tuntutan utama sejak awal invasi pada 2022. Tak mengherankan jika Putin cepat mengekspresikan kesediaan menjadikan rencana Trump sebagai dasar negosiasi. 

Dalam perspektif Moskow, proposal itu merupakan peluang untuk mengamankan keuntungan strategis tanpa harus melalui pertempuran berkepanjangan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
14 jam lalu

Perang Timur Tengah Semakin Meluas, Rusia Usulkan Moratorium Serangan

Internasional
15 jam lalu

Tak Takut Ancaman Trump soal Perang Iran, Ini Jawaban Pedas PM Spanyol Sanchez

Internasional
16 jam lalu

Rusia: Iran Punya Hak Tentukan Nasib Sendiri tapi Diganggu AS-Israel

Internasional
17 jam lalu

Bukan Sebulan, Dokumen Pentagon Ungkap AS Persiapkan Perang Lawan Iran hingga 6 Bulan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal