Putin Ingatkan Barat: Rusia Akan Serang Target Baru jika AS Kirim Rudal Jarak Jauh ke Ukraina!

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Reuters)

Rusia mulai meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khusus itu adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, operasi itu juga untuk melindungi orang-orang yang menjadi sasaran “genosida” oleh rezim Kiev selama delapan tahun terakhir.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

Iran Bersedia Negosiasi Nuklir dengan AS atas Permintaan Negara-Negara Arab

Internasional
3 jam lalu

Presiden Iran Instruksikan Mulai Negosiasi Nuklir dengan AS Segera

Internasional
5 jam lalu

Yordania Tak Izinkan AS dan Israel Gunakan Wilayah Udaranya Serang Iran

Internasional
5 jam lalu

Rusia Peringatkan AS Tak Serang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal