"Ini buruk. Mengapa? Karena itu berarti mereka tidak menganalisis peristiwa yang ada, tidak mencari tahu penyebab di baliknya, melainkan hanya melimpahkan kesalahan kepada pihak lain, awalnya AS, sekarang Rusia," tutur Putin.
Pernyataan ini muncul di tengah gelombang demonstrasi dipimpin oleh pelajar dan mahasiswa di Prancis, serta gejolak yang terjadi di beberapa negara Eropa lainnya.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, dalam konferensi yang diselenggarakan oleh OECD pada 21 Oktober, menuding para pengunjuk rasa mengadopsi "narasi bermusuhan" yang bersumber dari Rusia, China, Iran, serta gerakan Make America Greet Again (MAGA) di Amerika Serikat.
Istana Kremlin telah berulang kali membantah tuduhan keterlibatan Rusia dalam demonstrasi-demonstrasi tersebut. Juru Bcara Kremlin Dmitry Peskov menepis tuduhan tersebut sebagai sesuatu yang tidak masuk akal seraya menegaskan Rusia tidak menganggap tuduhan itu sebagi hal serius.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyalahkan imigran dan kebijakan imigrasi negara-negara Eropa di balik kerusuhan tersebut. Trump menyebut Eropa terlalu lembek terkait kebijakan imigrasi dan sudah waktunya memperketat orang asing yang masuk.