Para ahli mengaitkan umur panjang penduduk Jepang dengan beberapa faktor, termasuk pola makan sehat dan gaya hidup aktif.
Makanan yang dikonsumsi warga Jepang umumnya ikan, sayuran, dan nasi. Mereka mengonsumsi hanya sedikit lemak jenuh.
Jepang mengalami penuaan penduduk selama bertahun-tahun. Bahkan sejak 10 tahun lebih, penjualan popok untuk orang dewasa lebih tinggi dibandingkan popok bayi.
Sebelumnya Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial Jepang merilis hasil survei yang menunjukkan, lebih dari 20 persen laki-laki dan perempuan lajang dan berusia antara 18-34 tahun, tidak berniat menikah. Hampir setengah dari mereka tidak melihat manfaat dalam pernikahan.
Sementara itu para ahli mengatakan, penurunan drastis populasi Jepang tidak bisa dihindari, mengingat angka kesuburan turun ke rekor terendah yakni 1,14 pada 2025. Angka itu jauh di bawah 2,1 anak untuk mempertahankan populasi saat ini.
Artinya setiap perempuan Jepang harus melahirkan rata-rata 2,1 anak. Tahun lalu, angka kesuburan total Jepang turun ke rekor terendah 1,14.
Total populasi Jepang diperkirakan akan turun menjadi 87 juta pada 2070. Saat ini, penduduk berusia 65 tahun ke atas berjumlah sekitar 30 persen dari total populasi dan diperkirakan akan mencapai hampir 40 persen pada 2070.