TEHERAN, iNews.id - Iran merespons ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan menghancurkan pembangkit listriknya. Trump menulis di akun Truth Social pada Sabtu (21/3/2026), militer AS akan menghancurkan pembangkit listik Iran dalam 48 jam jika Selat Hormuz tidak dibuka.
Seorang juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, badan yang mengawasi operasi militer Iran, mengatakan militernya akan menyerang seluruh infrastruktur AS dan Israel di Timur Tengah jika pembangkit listriknya diserang.
"Jika infrastruktur bahan bakar dan energi Iran diserang oleh musuh, semua infrastruktur energi, teknologi informasi, dan desalinasi milik Amerika Serikat dan rezim (Israel) di kawasan akan menjadi sasaran," kata juru bicara, dalam pernyataan yang dilaporkan oleh Kantor Berita Fars.
Sebelumnya, Trump mengancam akan menghancurkan seluruh pembangkit listrik Iran jika negara itu tidak membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.
Militer AS, kata dia, akan menghancurkan pembangkit listrik Iran yang terbesar lebih dulu.