"Kelompok-kelompok nakal yang bertindak melanggar hukum dan tidak mewakili kehendak rakyat Irak," bunyi pernyataan kantor perdana menteri.
Serangan tersebut juga menunjukkan, milisi Irak telah memperluas target ke luar pangkalan militer AS di Kurdistan serta kepentingan energi AS.
Serangan terhadap kedubes ini merupakan yang pertama kali dalam lebih dari 2 tahun. Serangan terakhir terjadi pada akhir 2023. Saat itu tujuh mortir mendarat di kompleks kedubes di tengah gelombang serangan oleh milisi sekutu Iran terhadap aset AS di Irak dan Suriah atas dukungan Washington untuk Israel dalam perang di Gaza.