BAGHDAD, iNews.id - Sebuah roket menghantam bandara internasional Baghdad, Irak, Senin (8/6/2020). Serangan ditujukan kepada pasukan Amerika Serikat (AS) yang juga menjaga lokasi tersebut.
Insiden ini berlangsung 3 hari menjelang pembicaraan AS-Irak, bagian dari dialog stratgis membahas nasib kerja sama militer kedua negara ke depan.
Meski demikian, serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas bandara. Terlebih, bandara masih ditutup terkait pembatasan akibat wabah virus corona.
Ini merupakan serangan ke-29 terhadap tentara atau diplomat AS di Irak sejak Oktober 2019. Tak satu pun pihak yang bertanggung jawab dalam serangan tersebut. Namun AS menuduh pelakunya kelompok militan yang didukung Iran.
AS menrik pasukannya dari Irak pada 2011 atau 8 tahun setelah memimpin invasi untuk menjatuhkan rezim Saddam Hussein. Namun pada 2014 Negeri Paman Sam kembali mengirim pasukan untuk memimpin koalisi menumpas ISIS.
Di saat bersamaan, militer AS harus berhadapan dengan milisi Syiah yang didukung Iran. Puncaknya pada Januari lalu, serangan drone AS di bandara Baghdad menewaskan komandan militer Iran, Qasem Soleimani.
Pembunuhan komandan pasukan elite Pasukan Garda Nasional itu memperuncing konflik. Iran membalas dengan menyerang dua pangkalan militer Irak tempat pasukan AS bermarkas. Tak ada korban jiwa akibat serangan itu, namun beberapa bulan kemudian dilaporkan ratusan pasukan AS mengalami dampak serangan.