"Hal ini menyebabkan penderitaan bagi keluarga kami dan mengganggu kedamaian tetangga. Cara-cara seperti ini merusak tujuan para demonstran, apa pun itu," ujarnya, seperti dikutip dari Reuters.
Dalam posting-an di media sosial X pada Senin kemarin, dia mengatakan tidak berada di rumah saat serangan terjadi. namun istri dan seorang tamunya berada di dalamnya.
"Ini benar-benar tak punya nyali," ujarnya.
Peters mendapat tekanan dari kelompok-kelompok demonstran dan partai-partai oposisi dalam beberapa hari terakhir setelah mengumumkan Selandia Baru tidak akan mengakui negara Palestina.
Sejak itu kediamannya di Auckland menjadi sasaran demonstrasi.