"Nyawa manusia jauh lebih berharga daripada 'perayaan' atau peringatan apa pun," ujarnya.
Menurut Zelensky, militer Ukraina telah menghentikan serangan sejak pukul 00.00 pada 5 Mei hingga 6 Mei, meski tidak dijelaskan secara rinci kapan tepatnya gencatan itu berakhir.
Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin memilih jalur berbeda dengan menetapkan jadwal gencatan versi Moskow. Langkah ini sekaligus mempertegas perbedaan pendekatan kedua negara yang hingga kini masih terlibat konflik berkepanjangan.
Rusia sendiri setiap tahun memperingati Victory Day dengan parade militer besar-besaran di Lapangan Merah, yang menjadi simbol kemenangan Uni Soviet dalam Perang Dunia II.
Namun, Zelensky meremehkan usulan gencatan senjata dari Rusia tersebut, menyebutnya tidak serius dan lebih bernuansa simbolis ketimbang upaya nyata menghentikan perang.
Ketegangan terbaru ini terjadi di tengah mandeknya upaya diplomatik yang sebelumnya dipimpin Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik. Fokus Washington yang beralih ke Timur Tengah turut memperlambat proses negosiasi damai.
Sementara itu, pertempuran di lapangan tetap berlangsung sengit.
Serangan Rusia pada Senin (4/5/2026) dilaporkan menewaskan sembilan orang di Ukraina. Sebagai balasan, drone Ukraina menghantam gedung tinggi di kawasan elite Moskow pada malam harinya, menandai eskalasi konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.