Rusia: AS Perintahkan Penangkapan Pavel Durov demi Kuasai Telegram

Ahmad Islamy Jamil
Ketua Parlemen Rusia, Vyacheslav Volodin. (Foto: AP)

“AS belum dapat memaksa Telegram untuk melakukan pra-moderasi dan memberikan data kepada Departemen Luar Negeri AS dan Badan Intelijen Pusat AS (CIA). Oleh karena itu, mereka mencoba mendakwa Durov melalui Prancis dengan lebih dari 10 kejahatan, yang daftar pasalnya cukup banyak,” ujar Volodin.

Durov adalah pengusaha kelahiran Rusia. Selain tercatat sebagai warga negara Rusia, dia juga memiliki sejumlah kewarganegaraan lain, di antaranya Uni Emirat Arab (UEA) dan Prancis.

Sabtu (24/8/2024) lalu, Durov ditangkap di Prancis atas tuduhan terkait penggunaan aplikasi Telegram untuk tujuan kriminal, termasuk terorisme, perdagangan narkoba, pencucian uang, dan penipuan. Sejumlah pasal yang didakwakan otoritas Prancis kepadanya dapat membuat miliarder berusia 39 tahun itu terancam dipenjara hingga 20 tahun. 

Sementara Presiden Prancis, Emmanuel Macron, berdalih bahwa penangkapan Durov murni keputusan hukum dan bukan keputusan politis.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
2 hari lalu

Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal dan Drone, 8 Orang Tewas Puluhan Terluka

5 hari lalu

Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Hubungkan Iran dengan China dan Rusia

10 hari lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

12 hari lalu

Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal