Rusia: Barat Ingin Menghukum Kami, tapi Malah Nyolong Uang Kami Rp4.357,5 Triliun

Ahmad Islamy Jamil
Salah satu kilang minyak milik raksasa energi Rusia, Gazprom, sedang beroperasi (ilustrasi). (Foto: Reuters)

“Sekarang kami mengusulkan agar pengiriman (gas dan minyak Rusia) dianggap sudah dibayar bukan ketika Gazprombank mendapatkan euro atau dolar, tetapi ketika mereka diubah menjadi rubel, yang tidak bisa lagi dicuri,” tuturnya.

Pada akhir Maret, Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan dekret yang menginstruksikan pemerintah dan Gazprom untuk mengalihkan pembayaran gas oleh negara-negara yang tidak bersahabat dengan Moskow ke mata uang rubel. Dekret itu muncul setelah beberapa negara memberlakukan sanksi terhadap Rusia, sebagai tanggapan atas operasi militer khusus Moskow di Ukraina.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Ukraina Mungkin Gelar Referendum Tahun Ini untuk Serahkan Wilayah ke Rusia

Internasional
2 hari lalu

Zelensky Dilaporkan Siap Serahkan Wilayah Ukraina ke Rusia sebagai Syarat Gencatan Senjata

Internasional
5 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Ini Momen Genting Dunia

Internasional
8 hari lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal