Rusia Ejek Sistem Rudal Patriot AS karena Gagal Lindungi Fasilitas Minyak Saudi

Nathania Riris Michico
Asap terlihat membubung saat kebakaran melanda di pabrik Armco di Abqaiq, Arab Saudi. (Foto: Reuters)

MOSKOW, iNews.id - Sistem pertahanan rudal Patriot dan Aegis buatan Amerika Serikat (AS) menjadi bahan ejekan militer Rusia setelah gagal melindungi kilang minyak Arab Saudi dari serangan drone dan rudal jelajah Sabtu pekan lalu.

Pejabat berpangkat tinggi militer Rusia mengatakan, kegagalan itu membuktikan bahwa senjata pertahanan Amerika tidak seperti yang diiklankan AS.

Menurut pejabat tersebut, Saudi membangun sistem pertahanan udara paling kuat di kawasan Timur Tengah dengan mengambil manfaat persenjataan AS, yang menyediakan cakupan radar berskala penuh.

Namun, lanjut dia, efisiensi senjata pertahanan AS dipertanyakan.

Lebih lanjut, sumber militer itu mengatakan, saat ini ada 88 peluncur sistem rudal Patriot—52 di antaranya adalah versi terbaru PAC-3—yang melindungi perbatasan utara Arab Saudi. Selain itu, Saudi juga dilindungi tiga sistem penghancur rudal berpemandu dan 100 rudal SM-2.

Kendati demikian, dia mempertanyakan efisiensi dari berbagai senjata pertahanan AS itu ketika dilibatkan dalam kehidupan nyata.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Buletin
6 jam lalu

Mojtaba Khamenei Dirawat di Rusia, Putin Diduga Turun Tangan

Internasional
8 jam lalu

Serangan Drone Iran Picu Kebakaran Dekat Bandara Internasional Dubai, Penerbangan Terganggu

Internasional
11 jam lalu

Mojtaba Khamenei Disebut Diam-diam Diterbangkan ke Rusia untuk Operasi 

Nasional
21 jam lalu

Kemenhaj Ungkap 25.922 Jemaah Umrah Telah Pulang ke Indonesia usai Perang AS-Israel Vs Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal