Rusia Gandakan Produksi Rudal, Bakal Dipakai untuk Hadapi Serangan Balasan Ukraina?

Ahmad Islamy Jamil
Penampakan salah satu rudal permukaan-ke-permukaan yang diuji coba Rusia, beberapa tahun lalu (ilustrasi). (Foto: AP)

MOSKOW, iNews.id – Perusahaan pembuat rudal permukaan-ke-udara milik raksasa pertahanan Rusia, Almaz-Antey akan menggandakan produksinya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pertahanan udara negara itu. 

“Direktur umum perusahaan (Almaz-Antey) memberi pengarahan kepada Menteri Pertahanan Rusia (Sergei Shoigu) tentang program yang sedang berlangsung untuk memperluas kapasitas produksi,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu (7/6/2023), seperti dikutip kantor berita Sputnik.

“(Peningkatan kapasistas produksi ini) guna menyediakan sistem pertahanan udara modern bagi pasukan Rusia… Penciptaan kapasitas produksi baru akan menggandakan peluang perusahaan,” bunyi pernyataan itu lagi.

Menurut Kemhan Rusia, Shoigu telah memeriksa pabrik perusahaan itu untuk memastikan proyek pengadaan negara berjalan sesuai jadwal. Shoigu mengatakan, sistem rudal S-300, S-400 dan S-350 Rusia telah membuktikan kemampuan mereka untuk mengambil target udara di Ukraina.

Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, menilai Ukraina tampaknya telah memulai serangan balasan yang telah lama ditunggu-tunggu. Karena itu, dia mengatakan Moskow harus menanggapi Kiev dengan serangan sendiri.

“Musuh telah lama menjanjikan serangan balasan yang hebat. Dan tampaknya telah memulai sesuatu,” ungkap pria yang kini menjabat wakil ketua Dewan Keamanan Rusia itu, dalam pernyataan di aplikasi pesan Telegram, Rabu (7/6/2023).

“Kita harus menghentikan musuh dan kemudian melancarkan serangan,” kata Medvedev.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
9 jam lalu

Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, Kemlu Pastikan 1.405 WNI dalam Kondisi Aman

10 jam lalu

Rusia Siap Tingkatkan Serangan ke Ukraina usai Moskow Dihantam Ribuan Drone

4 hari lalu

Ini Isi RUU Sanksi untuk Rusia yang Disahkan DPR AS, Bisa Incar Negara Lain

4 hari lalu

DPR AS Sahkan RUU Sanksi Baru untuk Rusia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal