Rusia Latihan Serangan Rudal di Samudera Atlantik Pakai Zircon, Hantam Target 900 Km

Anton Suhartono
Rusia menggelar latihan kemampuan menembak pakai rudal hipersonik Zircon di Atlantik (Foto: Kemhan Rusia)

MOSKOW, iNews.id - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengumumkan latihan penembakan kapal perang fregat Laksamana Gorshkov. Kapal melakukan uji coba kemampuan serang di Samudera Atlantik.

Dalam pernyataan yang dirilis Rabu (25/1/2023), seperti dikutip dari Reuters, kapal menguji tembak rudalZircon sejauh 900 kilometer menggunakan simulasi komputer.

"Kru fregat Laksamana Armada Uni Soviet Gorshkov, yang beroperasi di bagian barat Samudera Atlantik, melakukan latihan penggunaan senjata rudal hipersonik melalui simulasi komputer," bunyi pernyataan, dikutip dari Sputnik.

Pernyataan itu tak menyebutkan adanya penembakan rudal. Namun Sputnik melaporkan target yang menjadi sasaran adalah kapal tiruan milik musuh dengan jarak lebih dari 900 km.

Zircon secara resmi diberi nama 3M22 Zircon yang didesain sebagai rudal anti-kapal dengan lokasi peluncuran dari laut. Presiden Rusia Vladimir Putin pertama kali meresmikan rudal canggih ini pada 2019. Setahun kemudian, tepatnya Januari 2020, Zircon menjalani uji coba pertama yang diluncurkan dari kapal Angkatan Laut.

Dalam uji coba saat itu, rudal ditembakkan dari Laut Barents utara dan berhasil mengenai target, yakni fasilitas latihan AL di darat, berjarak sekitar 500 km dari lokasi penembakan. 

Zircon dapat melesat dengan kecepatan hipersonik yakni setidaknya 9 Mach atau lebih dari 11.000 kilometer per jam. Saat melesat secepat itu, rudal masih bisa mempertahankan kemampuan untuk bermanuver.  Dengan kecepatan itu pula, Zircon sulit untuk dicegat oleh sistem pertahanan apa pun, bahkan dideteksi oleh sistem yang ada saat ini, termasuk milik Amerika Serikat (AS). Sistem pertahanan yang ada saat ini didesain untuk mencegat proyektil yang melaju lebih lambat.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Hubungkan Iran dengan China dan Rusia

57 tahun lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

57 tahun lalu

Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka

57 tahun lalu

Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal