Rusia: Ledakan Massal Pager di Lebanon Itu Serangan Teroris Model Baru

Ahmad Islamy Jamil
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova. (Foto: Kemlu Rusia)

MOSKOW, iNews.id - Rusia kembali mengungkapkan keprihatinannya atas perkembangan konflik di Lebanon. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyebut peledakan massal pager yang terjadi di negeri Arab tersebut pada pekan ini sebagai serangan teroris gaya baru.

"Ini adalah jenis aksi teroris yang benar-benar baru, yang menggabungkan skala dan penerapan teknologi baru, yang tampaknya bersifat sipil, tetapi digunakan untuk tujuan teroris," kata Zakharova dalam sebuah pengarahan di Moskow, seperti dikutip kantor berita Sputnik, Jumat (20/9/2024).

Sebelumnya, pada Rabu lalu, diplomat Rusia itu juga menyebut insiden peledakan massal pager di Lebanon sebagai aksi terorisme. Zakharova juga menilai serangan tersebut bertujuan untuk memperluas skala konflik di Timur Tengah.

Operasi Israel yang menyasar alat telekomunikasi di seluruh penjuru Lebanon berlangsung selama dua hari, Selasa (17/9/2024) dan Rabu (18/9/2024). Sejumlah pager dan walkie talkie yang digunakan para anggota dan pejuang Hizbullah meledak di tangan, saku celana, dan bagian lain di tubuh mereka. 

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan sedikitnya 37 orang tewas, dan hampir 3.000 lainnya terluka. Mayoritas korban diyakini adalah anggota atau pejuang Hizbullah, namun ada juga sejumlah kematian dan korban sipil.

Laporan The New York Times mengatakan, Israel menanam bahan peledak di 5.000 pager sebelum mengekspornya ke Lebanon. Hasil penyelidikan awal oleh otoritas Lebanon juga menunjukkan kesimpulan yang sama.

Akan tetapi, pihak zionis sampai kini belum berkomentar soal itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Ari Lasso dan Dearly Djoshua Ingin Nikah di Israel, Tahun Ini?

57 tahun lalu

Pemimpin Hizbullah Peringatkan Israel: Tarik Seluruh Pasukan dari Lebanon Tanpa Syarat

57 tahun lalu

Dubes Iran Tegaskan Sikap soal Gaza usai Kesepakatan Damai dengan AS

57 tahun lalu

Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama

57 tahun lalu

PBB: Israel Hancurkan RS Anak di Gaza, Bikin Bayi Cacat Seumur Hidup

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal