Rusia Sebut Pasukan Ukraina di Garis Depan Makin Panik

Ahmad Islamy Jamil
Prajurit Ukraina menghadapi gempuran pasukan Rusia di Sieverodonetsk, Ukraina, dua tahun silam. (Foto: Reuters)

MOSKOW, iNews.idRusia mengklaim pasukan Ukraina di garis depan makin panik saat berhadapan dengan militernya. Karena itu, Moskow menilai agresi militer di Ukraina tidak boleh berhenti sampai tujuan Moskow tercapai.

“Ada kepanikan yang semakin besar di Ukraina,” kata Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada stasiun televsisi Rossiya 1, Minggu (28/4/2024).

Menurut dia, para rekan dan kerabat prajurit Rusia yang bertempur di medan perang saat ini turut membagikan berita tentang kondisi moral tentara Ukraina yang sudah jatuh itu. “Dan ini adalah informasi langsung,” ujarnya. 

“Kepanikan semakin meningkat di pihak lain (Ukraina). Sekarang sangat penting bagi kita untuk menjaga momentum ini. Sangat penting (bagi Rusia) untuk tidak berhenti dan tetap berada di jalur pencapaian (tujuan dari operasi militer ini),” kata Peskov lagi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sudah lama mengeluhkan kekurangan amunisi dan persenjataan yang dialami prajuritnya. Tak hanya itu, pasukan Ukraina yang berjuang di sisi timur negara itu dikatakan juga makin terdesak.

Pada Selasa (23/4/2024) lalu, Senat AS mengesahkan RUU bantuan luar negeri senilai 95 miliar dolar AS (Rp1.536 triliun). Perinciannya, sebanyak 61 miliar dolar AS untuk Ukraina, 26 miliar dolar AS untuk Israel, dan 8 miliar dolar AS untuk kawasan Indo-Pasifik. Persetujuan RUU itu diperoleh dengan hasil pemungutan suara 79 senator yang mendukung versus 18 senator yang menolak. 

Dikatakan bahwa Washington DC berjanji untuk mulai mengirimkan senjata dan berbagai peralatan militer ke Ukraina pada pekan ini. Paket bantuan militer senilai 1 miliar dolar AS itu bersumber dari total 61 miliar dolar yang tercantum dalam undang-undang baru tersebut.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Drone Kamikaze Rusia Hantam Bus Pekerja Tambang Ukraina, 15 Orang Tewas

Internasional
2 hari lalu

325.000 Tentara Rusia Tewas dalam Perang Lawan Ukraina, Terbanyak sejak Perang Dunia II

Internasional
2 hari lalu

Latihan Perang Gabungan dengan Rusia-China, Iran Tunjukkan Otot kepada AS dan Israel

Internasional
2 hari lalu

Nah! Iran Akan Gelar Latihan Perang dengan China dan Rusia, Peringatan untuk AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal