Kanada Izinkan Airbus Pakai Titanium Rusia, Kremlin: Barat Ini Kadang-Kadang....

Ahmad Islamy Jamil
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov. (Foto: AP)

MOSKOW, iNews.id - Rusia menyindir perilaku Barat yang tidak konsisten terkait dengan sanksi ekonomi yang dijatuhkan terhadapnya akibat perang di Ukraina. Menurut Moskow, Barat kadang-kadang bisa bersikap fleksibel dengan tetap menggunakan hasil alam Rusia yang masuk dalam daftar sanksi tersebut. 

Juru Bicara Kremlin (Istana Kepresidenan Rusia), Dmitry Peskov mengatakan, dalam beberapa kasus, negara-negara Barat bisa mengabaikan kesepakatan sanksi yang mereka buat. Salah satu contohnya adalah kasus perusahaan pesawat Airbus yang tetap diizinkan oleh Pemerintah Kanada untuk menggunakan titanium Rusia sebagai bahan baku produk mereka. 

"Kami memahami pendekatan selektif, kami memahami bahwa, menurut beberapa parameter, perusahaan-perusahaan di Eropa dan kawasan lain tidak akan mampu mempertahankan daya saing mereka jika mereka sepenuhnya meninggalkan produk kami (Rusia)," kata Peskov kepada wartawan di Moskow, Kamis (25/4/2024). 

"Dalam kasus seperti itu, Barat kadang-kadang bertindak fleksibel, mengabaikan kesepakatan (soal sanksi)," ujar jubir Kremlin itu lagi. 

Pada Selasa (23/4/2024), Reuters melaporkan bahwa Airbus telah diberikan keringanan oleh Ottawa dengan mengizinkannya untuk tetap menggunakan titanium Rusia dalam pembuatan peralatan militer Kanada. Padahal, Ottawa telah melarang penggunaan logam Rusia tersebut dalam sanksi terbarunya terkait dengan konflik Ukraina. 

Sejak Rusia meluncurkan agresi militer skala penuh ke Ukraina pada 24 Februari 2022, negara-negara Barat sudah berulang kali menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Moskow. Sementara pada saat yang sama, mereka juga memasok berbagai macam senjata dan peralatan tempur ke Kiev. 

AS dan para sekutunya di Eropa berharap sanksi yang bertubi-tubi bakal melemahkan ekonomi Rusia. Dengan begitu, konflik pada gilirannya akan berakhir karena Moskow kehabisan uang untuk mendanai perangnya. Namun, perkiraan Barat itu tampaknya meleset.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
8 jam lalu

Rusia Peringatkan AS Tak Serang Iran

Internasional
1 hari lalu

Drone Kamikaze Rusia Hantam Bus Pekerja Tambang Ukraina, 15 Orang Tewas

Internasional
2 hari lalu

325.000 Tentara Rusia Tewas dalam Perang Lawan Ukraina, Terbanyak sejak Perang Dunia II

Internasional
3 hari lalu

Latihan Perang Gabungan dengan Rusia-China, Iran Tunjukkan Otot kepada AS dan Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal