Rusia Tawarkan Vaksin Covid-19 Sputnik V ke Indonesia, Bagaimana Respons Pemerintah?

Antara
Dubes Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobeiva. (Foto: Antara)

Sputnik V adalah vaksin corona terdaftar pertama yang didasarkan pada ide terobosan dari kombinasi unik dua jenis vektor (Ad5 dan Ad26) yang memungkinkan untuk membentuk kekebalan jangka panjang.

“Gamaleya Institute menggunakan dua vektor adenovirus (sekelompok virus yang menyebabkan infeksi pernapasan), yaitu Ad5 dan Ad26. Sedangkan perusahaan-perusahaan farmasi lain hanya menggunakan satu vektor,” ucap Vorobieva.

Pendekatan tersebut diyakininya memiliki keunggulan yang jelas dibandingkan perusahaan farmasi lain yang hanya menggunakan satu vektor. Selain itu, penggunaan teknologi yang digunakan untuk membuat vaksin tersebut sudah dikembangkan lama dan bertahun-tahun.

Uji klinis Sputnik V tahap pertama dan kedua berhasil diselesaikan pada Juni-Juli lalu. Hasil uji klinis tahap pertama dan kedua pun dikatakan menjanjikan. “Karenanya, Rusia akan melanjutkan uji klinis tahap ketiga pada minggu depan,” kata Vorobieva.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
4 hari lalu

Zelensky: Rusia Tak Ingin Damai, Minta Banyak Rudal dan Tentara ke Korut

4 hari lalu

Rusia Manfaatkan Kelemahan Ukraina, Serang Banyak Kota Pakai Rudal Korut

5 hari lalu

Rusia Porak-porandakan Kota-Kota di Ukraina Pakai Rudal Korut, Presiden Zelensky Murka

5 hari lalu

Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad Dijatuhi Hukuman Mati

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal