Rusia Tuding AS Danai Kerusuhan Pascapilpres di Venezuela

Ahmad Islamy Jamil
Polisi dan demonstran bentrok menyusul pelaksanaan pemilihan presiden Venezuela di Kota Caracas, Senin (29/7/2024). (Foto: EPA)

"Perampokan dan penjarahan, dikalikan dengan dukungan, slogan, dan pendanaan—yang tidak ada yang disembunyikan—dari negara Amerika, yang memiliki kepentingannya sendiri di sini dan membiayai oposisi dan kerusuhan yang saat ini kita saksikan, berada di Venezuela, di Caracas," ucap politikus Rusia itu lagi.

Venezuela menggelar pemilihan umum pada Minggu (28/7/2028). CNN melansir, sebanyak 80 persen suara telah dihitung, dan Presiden petahana, Nicolas Maduro, memperoleh lebih dari 51 persen suara. Dia mengalahkan calon presiden dari aliansi Platform Kesatuan Demokratik (PUD), Edmundo Gonzalez Urrutia, yang meraup lebih dari 44 persen suara. Data itu diperoleh dari pernyataan Dewan Pemilihan Nasional (CNE) Venezuela.

Bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa terjadi di pusat bersejarah Kota Caracas, Venezuela, Senin (29/7/2024) waktu setempat. Akses menuju Istana Kepresidenan Miraflores pun diblokir menyusul kerusuhan pascapemilu yang dimenangkan Maduro itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
15 jam lalu

Trump Habis Kesabaran, Menlu Iran: AS Tak Serius Negosiasi

Internasional
19 jam lalu

Uni Emirat Arab Bantah Serang Iran: Kami Negara Berdaulat!

Internasional
19 jam lalu

Peringatan Keras Iran kepada UEA: Israel Tak Akan Bisa Melindungi

Internasional
20 jam lalu

Trump Belum Lihat Indikasi AS dan China Bakal Perang gara-gara Taiwan

Internasional
20 jam lalu

Takut Disadap, Staf Presiden AS dan Jurnalis Buang Ponsel Usai Kunjungan di China

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal