RUU Ekstradisi: Dituntut Mundur, Pemimpin Hong Kong Minta Maaf

Nathania Riris Michico
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam. (FOTO: AFP Photo/Anthony WALLACE)

HONG KONG, iNews.id - Ratusan ribu demonstran menuntut pemimpin Hong Kong Carrie Lam mundur. Warga menilai Carrie Lam harus mengundurkan diri meski pembahasan rancangan undang-undang (RUU) Ekstradisi ditunda.

Carrie Lam dinilai dapat meloloskan RUU ekstradisi yang diprotes keras oleh para demonstran. Mereka tetap mendesak Carrie Lam mundur meski sudah meminta maaf.

"Permintaan maaf tidak cukup," kata salah satu demonstran Victor Li (19), dilaporkan Reuters, Senin (17/6/2019).

Para demonstran mempertanyakan kemampuan Carrie Lam dalam memimpin Hongkong. Hampir satu juta demonstran diperkirakan turun ke jalan untuk menuntut segera dibatalkannya pembahasan RUU Ekstradisi.

"Ini jauh lebih besar hari ini. Semakin banyak orang," ujar salah satu demonstran, Wong.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hong Kong Jadi Destinasi Ramah Muslim Terbaik Kedua Dunia 2026, Surga Wisata Halal di Asia!

57 tahun lalu

BI Targetkan QRIS Bisa Digunakan di India hingga Hong Kong pada 2026

57 tahun lalu

V+Short Bawa Terobosan Baru Mobile Storytelling pada Peluncuran Eksklusif di Hong Kong

57 tahun lalu

Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal