Sadis! Militer Myanmar Bantai dan Bakar 30 Warga Sipil, Ada Perempuan dan Anak-Anak

Ahmad Islamy Jamil
Tentara militer Myanmar sedang bersiaga di Yangon, Juni lalu. (Foto: Reuters)

NAYPYITAW, iNews.id – Lebih dari 30 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dan tubuh mereka dibakar di Negara Bagian Kayah, Myanmar, Jumat (24/12/2021). Tragedi mengerikan itu diungkapkan oleh penduduk, laporan media lokal, dan kelompok hak asasi manusia (HAM) setempat.

Negara Bagian Kayah saat ini dilanda konflik antara kelompok milisi lokal dan tentara Myanmar. Kelompok HAM Karenni mengungkapkan, mereka menemukan mayat orang-orang telantar yang terbakar, termasuk orang tua, perempuan, dan anak-anak di dekat Desa Mo So, Kota Hpruso, Sabtu (25/12/2021). Semua korban itu dibunuh oleh pasukan militer yang memerintah Myanmar.

“Kami sangat mengecam pembunuhan tidak manusiawi dan brutal yang melanggar HAM,” ungkap kelompok itu dalam sebuah unggahan di Facebook.

Militer Myanmar sebelumnya mengklaim telah menembak dan membunuh sejumlah orang yang mereka cap sebagai “teroris bersenjata” di desa itu. Orang-orang yang dibunuh itu berada di tujuh kendaraan dan menolak saat diminta berhenti oleh tentara, kata media yang berafiliasi ke junta militer Myanmar.

Sayangnya, saat hendak dimintai komentar oleh Reuters, militer Myanmar belum dapat dihubungi.

Foto-foto yang dibagikan oleh kelompok HAM dan media lokal menunjukkan jasad-jasad yang hangus di truk yang terbakar.

Pasukan Pertahanan Nasional Karenni—salah satu dari beberapa milisi sipil terbesar yang menentang junta militer yang memimpin kudeta 1 Februari di Myanmar—mengatakan bahwa para korban tewas bukanlah anggota mereka melainkan warga sipil yang mencari perlindungan dari konflik.

“Kami sangat terkejut melihat semua mayat dengan ukuran berbeda, termasuk anak-anak, perempuan dan orang tua,” kata seorang komandan Pasukan Pertahanan Nasional Karenni kepada Reuters, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
4 hari lalu

Pemimpin Iran Khamenei Sebut Demo Rusuh Upaya Kudeta

Nasional
11 hari lalu

WNI Gabung Tentara Asing, Yusril Ungkap Kewarganegaraan Tak Otomatis Hilang

Nasional
20 hari lalu

Komisi III DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Tak Boleh Berhenti pada Penyitaan 

Internasional
25 hari lalu

Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Tahap Kedua di Tengah Perang Saudara

Nasional
29 hari lalu

Prabowo: Saya Dituduh Jadi Diktator dan Mau Kudeta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal