Sambil Mengancam, Menlu Iran Desak Joe Biden Kembali ke Kesepakatan Nuklir

Anton Suhartono
Mohammad Javad Zarif (Foto: Reuters)

DUBAI, iNews.id - Menteri Luar Negeri IranMohammad Javad Zarif mendesak Amerika Serikat untuk kembali ke perjanjian nuklir 2015. Dia mengingatkan parlemen Iran telah mengesahkan rancangan undang-undang (UU) yang memaksa pemerintah bersikap tegas soal nuklir jika AS tidak mengurangi sanksi.

Selain itu Zarif juga merujuk pada pemilihan umum yang akan digelar pada Juni mendatang. Jika Iran dipimpin presiden garis keras, bisa semakin membahayakan kesepakatan.

"Waktu hampir habis bagi Amerika, baik karena RUU parlemen dan situasi pemilu," kata Zarif, kepada surat kabar Hamshahri yang diterbitkan pada Sabtu (6/2/2021).

Parlemen Iran yang didominasi kelompok garis keras mengesahkan RUU tersebut yang isinya menetapkan batas waktu 2 bulan bagi AS untuk melonggarkan sanksi.

Sementara itu pemerintahan Joe Biden masih menjajaki cara untuk membawa AS kembali ke kesepakatan nuklir tahun 2015, JCPOA. Donald Trump membawa AS keluar dari kesepakatan itu pada Mei 2018 yang ditindaklanjuti dengan sanksi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 jam lalu

PBB Ungkap Serangan Tanpa Pandang Bulu AS ke Sekolah di Iran, Bakal Tuntut Pertanggungjawaban

8 jam lalu

Tim Pencari Fakta PBB: AS Mungkin Lakukan Kejahatan Perang di Iran

9 jam lalu

Kaget! Kanselir Jerman Bilang Era Persahabatan Eropa-AS sejak Perang Dunia II Telah Berakhir

10 jam lalu

Sedang Perang, AS Tetap Izinkan Presiden Iran Hadiri Sidang Umum PBB di New York

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal