"Saya tidak ingin ada yang setengah hati dalam menjalankan misi ini, saya ingin hasil," tegas Alliana dalam pidatonya, seperti dikutip dari situs resmi Senat Paraguay.
Pergantian kepemimpinan ini terjadi di tengah krisis perbankan menyusul kolapsnya Ueno Bank, salah satu lembaga pemberi pinjaman populer di negara tersebut. Bank sentral Paraguay sebelumnya menyatakan Ueno tidak memenuhi standar solvabilitas atau kemampuan memenuhi kewajiban keuangannya.
Krisis tersebut berdampak pada jutaan nasabah Ueno yang kehilangan akses terhadap rekening dan pembayaran pensiun mereka. Selain itu, muncul pertanyaan mengenai pengawasan pemerintah terhadap bank tersebut serta dugaan konflik kepentingan yang melibatkan Pena.
Pena diketahui pernah tercatat sebagai pemegang saham perusahaan induk Ueno pada 2023. Namun, dia mengklaim telah menjual sahamnya pada awal 2025.
Setelah dimakzulkan, Pena diperintahkan menjalani tahanan rumah oleh jaksa atas dugaan pelanggaran kepercayaan dan sejumlah tindak pidana lainnya. Sementara itu, Alliana kini menghadapi tantangan memimpin Paraguay di tengah salah satu skandal politik dan ekonomi terbesar dalam sejarah negara tersebut