Saring Unggahan Konflik Israel-Palestina, Facebook Dirikan Pusat Operasi Khusus

Umaya Khusniah
Ilustrasi Facebook. (Foto: Istimewa)

The New York Times melaporkan pada hari Rabu bahwa ekstremis Yahudi telah membentuk kelompok baru di WhatsApp, layanan pesan terenkripsi milik Facebook. Tujuannya untuk melakukan kekerasan terhadap warga Palestina.

"Sebagai layanan perpesanan pribadi, kami tidak memiliki akses ke konten obrolan pribadi seseorang meskipun ketika informasi dilaporkan kepada kami, kami mengambil tindakan untuk memblokir akun yang kami yakini mungkin terlibat dalam menyebabkan kerusakan yang akan segera terjadi," kata juru bicara WhatsApp. 

Mereka juga mengaku dengan cepat menanggapi permintaan hukum yang sah dari penegak hukum untuk informasi terbatas yang tersedia.

Platform media sosial juga menghadapi tuduhan penyensoran. Minggu lalu, BuzzFeed News melaporkan Instagram milik Facebook telah secara keliru menghapus konten tentang Masjid Al-Aqsa di Yerusalem di mana polisi keamanan Israel bentrok dengan jemaah.

Thomson Reuters Foundation juga melaporkan bahwa Instagram dan Twitter Inc menyalahkan kesalahan https://reut.rs/3ouaf0t atas penghapusan postingan yang menyebutkan kemungkinan penggusuran warga Palestina dari Yerusalem Timur.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
1 hari lalu

Ini Skenario Israel Usir Jutaan Warga Gaza dalam 7 Tahun

3 hari lalu

DPR AS Sahkan UU Hentikan Bantuan Dana untuk Kampus yang Boikot Israel

3 hari lalu

Israel Bakal Usir 1,86 Juta Warga Gaza dalam 7 Tahun

3 hari lalu

Israel Ingin Usir Seluruh Warga Gaza, Menhan Katz: Tak Ada Solusi Lain

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal