Berdasarkan video pengakuan itu, petugas yakin hanya ada tujuh bom yang dibuat dan sudah tidak ada lagi paket yang kini tersebar di masyarakat.
Selain video pengakuan, polisi juga mendapati daftar alamat dari target serangannya. Tapi tak disebutkan siapa-siapa saja orang yang disasarnya.
Polisi sebelumnya menyatakan ada kemungkinan motif rasial di balik serangan ini. Hal ini didasarkan dari para korbannya, termasuk dua orang yang tewas yakni keturunan Afrika dan Hispanic.
Bom pertama Canditt meledak pada 2 Maret. Paket meledak di Anthony Stephan House di Austin menewaskan seorang pria berusia 29 tahun. Disusul kemudian pada 13 Maret, seorang remaja 17 tahun, Draylen William Mason, tewas setelah dia mengambil paket dari depan rumahnya dan dibawa dalam. Ibu Mason kritis akibat terkena ledakan.
Di hari yang sama, seorang perempuan 75 tahun terkena ledakan dari paket lainnya hingga luka. Lima hari kemudian, dua pria yang sedang berjalan-jalan terkena ledakan paket yang diletakkan di jalanan di Austin.
Terakhir, pada 20 Maret, sebuah paket yang berada di conveyor belt meledak fasilitas FedEx di Schertz meledak melukai seorang karyawan perempuan. Paket itu tampaknya ditargetkan untuk warga Austin sebagaimana alamat pengirimannya.