Sebelum Ledakkan Diri, Pelaku Teror Bom Texas Bikin Video Pengakuan

Anton Suhartono
Serangkaian teror bom di Texas (Foto: AFP)

Berdasarkan video pengakuan itu, petugas yakin hanya ada tujuh bom yang dibuat dan sudah tidak ada lagi paket yang kini tersebar di masyarakat.

Selain video pengakuan, polisi juga mendapati daftar alamat dari target serangannya. Tapi tak disebutkan siapa-siapa saja orang yang disasarnya.

Polisi sebelumnya menyatakan ada kemungkinan motif rasial di balik serangan ini. Hal ini didasarkan dari para korbannya, termasuk dua orang yang tewas yakni keturunan Afrika dan Hispanic.

Bom pertama Canditt meledak pada 2 Maret. Paket meledak di Anthony Stephan House di Austin menewaskan seorang pria berusia 29 tahun. Disusul kemudian pada 13 Maret, seorang remaja 17 tahun, Draylen William Mason, tewas setelah dia mengambil paket dari depan rumahnya dan dibawa dalam. Ibu Mason kritis akibat terkena ledakan.

Di hari yang sama, seorang perempuan 75 tahun terkena ledakan dari paket lainnya hingga luka. Lima hari kemudian, dua pria yang sedang berjalan-jalan terkena ledakan paket yang diletakkan di jalanan di Austin.

Terakhir, pada 20 Maret, sebuah paket yang berada di conveyor belt meledak fasilitas FedEx di Schertz meledak melukai seorang karyawan perempuan. Paket itu tampaknya ditargetkan untuk warga Austin sebagaimana alamat pengirimannya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
3 bulan lalu

Pabrik Bom AS Ludes akibat Ledakan Dahsyat, Baru Dapat Kontrak Rp2 Triliun dari Pentagon

Internasional
3 bulan lalu

Ledakan Dahsyat Guncang Pabrik Bahan Peledak AS, Banyak Korban Berjatuhan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal