KAIRO, iNews.id – Jumlah warga Palestina yang gugur akibat serangan brutal Israel terus bertambah. Sejak konflik antara Israel dan Hamas dimulai pada 7 Oktober lalu, sudah belasan ribu orang tewas dan puluhan ribu lainnya luka-luka di Jalur Gaza.
“Jumlah korban tewas di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 16.000 jiwa, jumlah korban luka mencapai 35.000 orang,” kata Menteri Kesehatan Palestina, Dr Mai al-Kaila, kepada Alarabiyah, Senin (27/11/2023).
Jumlah korban jiwa itu diperkirakan bisa lebih besar dari catatan resmi Pemerintah Palestina.
Israel dan Hamas memulai gencatan senjata selama empat hari pada Jumat (24/11/2023) lalu dan akan berakhir Selasa (28/11/2023) pagi waktu setempat. Dalam kesepakatannya, Hamas membebaskan para tawanan, termasuk wanita dan anak-anak Israel, di kemudian hari, dan; bantuan akan mengalir ke Gaza yang terkepung. Sebagai imbalannya, sejumlah tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel juga akan dibebaskan.
Mesir, selaku salah satu mediator dalam konflik Israel-Palestina, menyatakan bahwa gencatan senjata kemanusiaan kemungkinan akan diperpanjang selama dua hari lagi. Dengan begitu, kedua pihak bisa saling bertukar tawanan perang atau tahanan lagi.