Sejarah Perluasan Masjidil Haram, dari Kekhalifahan Abbasiyah hingga Raja Salman

Anton Suhartono
Masjidil Haram mengalami perluasan secara signifikan sejak kekhalifahan Abbasiyah hingga Raja Salman (Foto: SPA)

Pada 1398 H, Mataf diperluas hingga bentuknya seperti saat ini . Marmer tahan panas yang diimpor dari Yunani menghiasi lantai, menambah kenyamanan jemaah. 

Perluasan ini juga melibatkan relokasi mimbar dan makbariyah (platform atau tribun yang ditinggikan di masjid tempat muazin), memperluas ruang bawah tanah Sumur Zamzam dengan pintu masuk di dekat tepi masjid menghadap Ma'saa, memasang keran untuk memudahkan akses terhadap air minum.

Kemudian pada 1406 H, lantai yang termasuk dalam perluasan pertama di Saudi dilapisi marmer yang sejuk dan tahan panas, sehingga semakin meningkatkan kenyamanan jemaah.

Dedikasi melayani jamaah haji dilanjutkan dengan peletakan batu pertama ekspansi yang kedua pada 1409 H dan selesai pada 1411 H. Fase ini mencakup halaman luas di sekitar masjid, dilapisi marmer tahan panas dan sejuk, diberi lampu penerangan, dan dilengkapi peralatan tambahan untuk ruang shalat. Halaman-halaman ini mencakup area seluas 88.000 meter persegi.

Peningkatan lebih lanjut menyusul. Pada 1415 H, area Safa di lantai satu diperluas untuk memperlancar arus jemaah yang melakukan sa'i, berlari kecil antara bukit Safa dan Marwa. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 1418 H, dibangunlah Jembatan Al Raqubah yang menghubungkan atap Masjidil Haram dengan kawasan Al Raqubah sehingga memudahkan akses keluar masuk atap.

Perluasan paling signifikan dalam sejarah Masjidil Haram terjadi pada 1432 H. Proyek ambisius ini secara signifikan meningkatkan kapasitas masjid untuk menampung 1,85 juta jemaah. Perluasan tersebut termasuk melipatgandakan kapasitas Mataf sehingga memungkinkan 150.000 orang melakukan Tawaf setiap jam. Perluasan ini mencakup sistem suara, pencahayaan, dan pendingin udara yang canggih.

Mengikuti tradisi pendahulunya, Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud mengantarkan era baru perluasan Masjidil Haram dengan diresmikannya lima proyek besar pada 1436 H. Proyek-proyek itu termasuk perluasan bangunan utama, alun-alun tambahan, terowongan pejalan kaki, dan jalan lingkar baru. Komitmen terhadap perbaikan tercermin dari semakin banyaknya jemaah yang mengunjungi Masjidil Haram.

Data Badan Umum Statistik Arab Saudi mengungkap, sejak sensus dimulai pada 1390 H, lebih dari 100 juta jemaah menunaikan ibadah haji dan umrah hingga tahun 1444 H.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
24 jam lalu

Arab Saudi Pamerkan Mushaf Alquran Berusia 1.000 Tahun, Masih Terawat Baik

Internasional
2 hari lalu

Arab Saudi Ungkap Kerugian Serangan Iran, Produksi Minyak Berkurang Ratusan Ribu Barel per Hari

Buletin
3 hari lalu

Ibadah Haji 2026 Dipastikan Aman di Tengah Konflik, Jemaah Indonesia Tetap Berangkat Sesuai Jadwal

Nasional
4 hari lalu

Pulang dari Arab Saudi, Komisi VIII DPR Sebut Persiapan Ibadah Haji Belum 100 Persen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal