Sekjen PBB Sebut Ada Negara yang Menolak Fakta Covid-19 dan Abaikan Pedoman WHO

Anton Suhartono
Antonio Guterres sebut ada negara yang masih belum percaya dengan fakta Covid-19 dan mengabaikan pedoman WHO (Foto: Reuters)

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengusulkan pendanaan bagi negara berkembang dalam mendapatkan vaksin virus corona.

"Prancis mengusulkan mekanisme donasi sehingga sebagian dari dosis pertama vaksin yang tersedia bisa digunakan untuk vaksinasi kelompok prioritas di negara berkembang," kata Macron.

Menteri Kesehatan Inggris Matthew Hancock mendesak negara-negara untuk mencabut kontrol ekspor dan tarif barang-barang yang diperlukan untuk memerangi virus corona, seperti sarung tangan dan termometer.

"Kami akan mulai menerapkannya mulai 1 Januari," kata Hancock.

Sementara itu pidato yang paling ditunggu adalah dari perwakilan Amerika Serikat dan China, dua negara yang berseteru akibat pandemi.

Namun Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Kesehatan AS Alex Azar tampak berupaya menghindari konflik terbuka dalam sesi itu, meskipun keduanya memberikan pernyataan yang bernada sindiran.

"Dunia bersiap untuk gelombang kedua infeksi, apa yang menanti di depan adalah perjuangan yang berat. Mengalahkan pandemi membutuhkan upaya bersama semua negara. Negara besar, khususnya, harus memainkan peran sebagai teladan dalam mempromosikan kerja sama," kata Wang.

Sementara itu Azar mengatakan pandemi terjadi karena kurangnya berbagi informasi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
8 hari lalu

Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bertambah, PBB Desak Israel Hentikan Serangan

Nasional
12 hari lalu

Eks Direktur WHO Ungkap Setiap 2 Menit 1 Ibu Meninggal Dunia saat Melahirkan

Nasional
1 bulan lalu

Menlu Sugiono Desak DK PBB Gelar Rapat Darurat usai 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Health
1 bulan lalu

Gejala Covid-19 Cicada yang Harus Diwaspadai, Demam hingga Sakit Tenggorokan

Nasional
1 bulan lalu

Covid-19 Varian Cicada Diprediksi Sudah Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal